Minggu, 04 Januari 2015
Langkah Bijak Si Tukang Kayu
Jauh di pedalaman terdapat sebuah desa petani yang subur dan dialiri banyak sungai-sungai kecil. Di desa itu hidup sepasang saudara yang selalu berbagi dan saling menolong. Keduanya diwarisi bidang tanah yang cukup besar untuk diolah. Selama berpuluh-puluh tahun mereka saling bertukar alat pertanian, berbagi benih dan bibit, serta berbagai cara-cara sukses dalam bertani.
Suatu hari terjadi sebuah kesalahpahaman kecil diantara keduanya. Dengan emosi yang kian memuncak, harmoni dan hubungan baik yang dulu terjalin pun rusak akibat kata-kata keras yang menyakitkan dan pertengkaran hebat. Perang dingin pun terjadi diantara kedua saudara ini.
Di satu pagi, seorang tukang kayu mendatangi rumah sang kakak. Dengan hormat, si tukang kayu mengetuk pintu rumah sang kakak.
“Anda siapa? Ada perlu apa?” ujar sang kakak.
Sambil tersenyum kecil si tukang kayu menjawab, “Saya seorang tukang kayu keliling. Saya sedang mencari pekerjaan. Apakah ada yang bisa saya kerjakan untuk tuan?”
Sambil mengelus-elus janggut, sang kakak pun akhirnya menjawab penuh semangat, “Ah kebetulan sekali! Saya membutuhkan jasa Anda!”
Sang kakak pun mengajak si tukang keyu ke dekat parit yang cukup lebar yang membatasi tanah pertaniannya. “Anda lihat tanah yang diseberang parit itu? Itu tanah adik saya. Beberapa hari yang lalu dia mengeruk tanah di sekitar parit sana sehingga parit ini semakin besar. Dia memang benci pada saya. Jadi, saya butuh bantuan Anda untuk membangun sebuah pagar yang tinggi dan tebal sehingga saya tidak perlu lagi melihat dia atau tanahnya. Anda bisa?”
Sambil mengedikkan kepala, si tukang kayu menjawab, “Baiklah, saya mengerti. Saya akan membantu tuan.”
“Bagus sekali. Semakin cepat selesai semakin baik! Tapi saya harus pergi ke kota, nanti sore baru kembali. Kalau Anda butuh bantuan panggil saja pekerja di rumah saya.” Kemudian sang kakak pun pergi.
Si tukang kayu mengeluarkan semua peralatannya dan mulai bekerja. Sepanjang hari itu, si tukang kayu bekerja keras, mulai dari mencari kayu-kayu terbaik, membeli paku dan bor, memotong kayu, dan membangun. Kerja kerasnya yang luar biasa langsung selesai sore itu juga. Tersenyum lebar, sang tukang kayu memandangi hasil kerja kerasnya.
Ketika sang kakak kembali dari kota, ia bingung mendapati banyak orang yang berkumpul di sekitar rumahnya. Ia pun bergegas menghampiri kerumunan untuk melihat apa yang mereka lihat. Sang kakak pun terkesiap ketika melihat sebuah jembatan kayu yang terlihat kuat, kokoh, namun cantik menjulang di atas parit yang menghubungkan tanahnya dan tanah sang adik.
Sambil berlari mendekati jembatan itu, ia melihat si tukang kayu sedang membereskan peralatannya. Belum sempat ia menghampiri si tukang kayu, terdengar suara sang adik dari ujung jembatan, “Kak!! Saya tidak percaya kakak membangun jembatan ini setelah semua yang telah saya lakukan pada kakak.”
Melihat wajah haru sang adik, sang kakak pun berlari ke atas jembatan dan mereka berpelukan sambil saling meminta maaf. Warga desa yang melihat kejadian itu pun ikut menitikkan air mata haru.
Ketika sang tukang kayu hendak meninggalkan rumah sang kakak, sang kakak berkata, “Tunggu sebentar, saya masih punya banyak pekerjaan untuk Anda.”
Si tukang kayu menggeleng sambil berkata, “Masih banyak jembatan yang perlu saya bangun.”
SUMBER
Putuskan dan Lakukan!
Sore itu, aku harus menjemput seorang rekan kerja yang baru tiba dari Bali. Ketika menanti kedatangan pesawat di pintu kedatangan bandara, aku melihat satu keluarga di sebelahku. Seorang ibu dengan tiga orang anaknya. Tidak lama berselang, tampak sang anak lelaki tertua berteriak, “Ayah!!”
Aku pun melayangkan pandangan ke arah pintu kedatangan dan melihat seorang pria paruh baya dengan seyum sumringah dan tangan terbuka lebar. Si anak lelaki berlari menghampiri sang ayah diikuti adik lelakinya. Sang ayah langsung memeluk anak lelaki yang lebih kecil sambil bertanya,
“Bagaimana kamu, Randi, sehat?”
“Sehat, Yah!” jawab anak lelaki itu semangat. Kemudian sang ayah memalingkan wajah dan memandang anak lelaki yang paling tua.
“Wah, kamu tampak lebih tinggi dari terakhir kali ayah lihat!” ucapnya sambil mengelus-elus kepala sang anak. Si anak tersenyum simpul dan memeluk pinggang sang ayah. Mereka bertiga menghampiri sang ibu dan anak perempuan batita dalam gendongannya.
“Waduh, putri kecil ayah makin manis dan makin cantik saja.” Sang ayah mengambil putrinya dari gendongan sang ibu. Si anak batita mengalungkan kedua tangan kecilnya di leher sang ayah dan menyandarkan kepala di pundak ayahnya dengan senyum yang sangat manis.
Sang ayah pun memandang istrinya sambil berkata, “Yang terbaik untuk yang paling akhir. Hai, sayang? Kamu pasti lelah menjaga mereka semua. Kamu sudah bekerja keras.” Katanya kemudian memberikan ciuman yang panjang dan lama.
Aku cukup terkejut melihat ekspresi kasih sayang seperti ini di tempat umum mengingat kita orang Timur jarang melakukannya. Melihat kerinduan dan kelegaan yang terpancar dari wajah orang-orang di keluarga ini, aku jadi penasaran sudah berapa lama pasangan ini menikah dan berpisah?
“Maaf, Pak kalau boleh tahu sudah menikah berapa lama? Kok mesra sekali?” tanyaku penasaran.
“Hm, kami sudah menikah empat belas tahun. Anak pertama kami, Rama, sudah berusia dua belas tahun,” jawab sang ayah bangga.
“Oh. Lalu memang Bapak sudah pergi berapa lama? Kok sepertinya semua begitu merindukan bapak?” tanyaku lagi. Aku tahu pertanyaanku cukup lancang, namun aku benar-benar penasaran.
“Saya hanya pergi dua hari ke luar kota.”
Dengan wajah tak percaya, aku berkata kecil, “Saya berharap bisa memiliki pernikahan seperti yang Bapak miliki.”
Sang ayah tersenyum sambil berkata, “Jangan berharap, tapi putuskan dan lakukan!”
SUMBER
Keluar dari Jurang Kemiskinan
Apakah kesuksesan merupakan takdir, dimana segalanya sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah mereka yang terlahir miskin akan berakhir dalam kemiskinan juga? Tidak. Inilah yang dibuktikan oleh Sherwin, seorang CEO dari sebuah organisasi amal yang berasal dari kaum bawah.
Sherwin merupakan anak ke-2 dari 8
bersaudara. Ia bersama keluarganya biasa tinggal di sebuah rumah yang
dibangun dari kardus-kardus bekas. Tiap tahunnya mereka harus membangun
rumah kardus baru karena rumah sebelumnya selalu tersapu banjir atau
topan.
Ia mulai menemukan sebuah harapan baru
ketika ia berusia 9 tahun. Pada waktu itu, sebuah organisasi amal dari
luar negeri berkunjung ke kawasan kumuh tempat tinggalnya untuk memberi
beasiswa bagi anak-anak miskin yang lulus tes. Perasaan senang dan tak
percaya ia rasakan ketika namanya disebut sebagai salah satu penerima
beasiswa.
Selama menerima beasiswa, harapan Sherwin
untuk masa depan yang lebih baik semakin terpupuk. Banyak pengalaman
pertama yang ia rasakan, seperti pertama kali mendapat berbagai alat
tulis dan keperluan sekolah. Sepatu pertama yang pernah dimilikinya pun
berasal dari bantuan beasiswa tersebut.
Saking sayangnya dengan sepatu itu, ia
selalu melepaskannya di kala hujan agar sepatunya tidak kotor dan basah.
Namun, kemalangan nampak menghampirinya sekali lagi. Di usianya yang
ke-19, ayahnya meninggalkan keluarga mereka. Tidak lama kemudian, sang
ibu pun melakukan hal yang sama.
Karena kakaknya sudah menikah dan tidak
tinggal bersama mereka, Sherwin pun menjadi tulang punggung ke-7
adiknya. Dengan penuh perjuangan, ia berusaha melanjutkan kuliahnya
sambil bekerja untuk adik-adiknya. Akhirnya, ia berhasil menyelesaikan
kuliahnya sampai jenjang S2.
Dalam keberhasilannya, ia tidak melupakan
orang-orang yang bernasib sama dengannya. Ia pun mencoba mendirikan
sebuah organisasi yang fokus membantu orang-orang miskin untuk dapat
menikmati pendidikan.
Saat ini organisasi amal yang ia dirikan
tahun 2011 lalu sudah berhasil membantu lebih dari 600 anak-anak miskin
untuk bersekolah. Selain itu, organisasinya pun selalu bersiap
memberikan pertolongan pertama untuk daerah-daerah yang dilanda topan.
Hadiah kesuksesannya ternyata jauh lebih
besar dari yang ia bayangkan. Kedua orang tuanya meminta maaf dan mulai
berkumpul kembali dengan anak-anaknya.
5 Tips Kembangkan Karier
Apakah Sobat sedang merasakan rasa jenuh dalam perjalanan karier Sobat? Atau merasa kamu seharusnya mendapatkan sesuatu yang lebih baik? Bila hal ini kamu alami, ada baiknya kamu mulai introspeksi diri dan berbenah. Analisa apa saja faktor yang menyebabkan karier kamu jalan di tempat. Setelah itu, kamu bisa mencoba mempraktikan 5 tips sederhana untuk mulai mengembangkan karier.
1. Mulai pasarkan diri kamu
Buatlah daftar apa saja kelebihan dan
kekuranganmu. Pastikan kamu mengasah semua kelebihanmu selama kamu
bekerja. Dengan cara ini kamu bisa memasarkan keahlian-keahlianmu.
Selain itu, pandai-pandailah melihat kesempatan yang memungkinkan kamu
menawarkan bantuan yang berhubungan dengan keahlianmu.
2. Tingkatkan kemampuan komunikasi
Keahlian berkomunikasi sangatlah penting
tidak peduli apapun pekerjaan kamu. Kemampuan berkomunikasi yang baik
akan membantumu untuk membangun relasi dan jejaring yang mungkin akan
kamu butuhkan di masa depan. Nilai lebih akan kamu dapatkan bila kamu
juga menguasai beberapa bahasa asing. Jadi tidak ada salahnya mengambil
kelas tambahan atau les bahasa dan komunikasi.
3. Jangan ragu untuk memimpin
Pria dan wanita memiliki gaya
kepemimpinan yang berbeda. Bila kamu diamanatkan untuk memimpin sebuah
organisasi atau pekerjaan, kamu tidak perlu takut. Seringkali yang
membatasimu untuk mampu memimpin adalah persoalan gender. Sering ditemui
para pemimpin wanita yang cenderungan menghindari gaya memimpin pria,
dan begitu pun sebaliknya. Nah, kamu harus berhenti berpikir demikian.
Tidak ada salahnya menggabungkan sisi maskulin dan feminin untuk mencari
gaya yang paling sesuai dengan kepribadianmu. Originalitas merupakan
salah satu kunci kesuksesan.
4. Jangan cuma cari aman
Salah satu hal yang dapat membuat kamu stuck
dalam karier adalah keinginan untuk selalu menyenangkan semua orang.
Padahal, ada waktunya kamu harus berani mengambil resiko dan sikap yang
berbeda dari kolega-kolegamu. Tidak mustahil kamu akan sedikit ditandai
dan mungkin dipandang sebelah mata. Sikap terlalu menghindari
konfrontasi bisa jadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk diperbaiki.
Jadi, jangan takut mengambil resiko!
5. Teruslah belajar
Bila kamu merasa puas dengan apa yang
kamu kerjakan sekarang, kamu akan sulit berkembang. Carilah hal-hal yang
ingin kamu capai. Perbesar kapasitas dirimu dengan berbagai ilmu dan
keahlian. Akan lebih baik bila kamu dapat menemukan seorang mentor yang
bisa membantumu. Mentor bisa sekaligus menjadi motivator dan pembimbing
kamu.
Kebiasaan Baik Orang-Orang Produktif
Tugas kantor, laporan mingguan, email yang menumpuk, apakah sering membuat Sobat Gemintang kewalahan mengatur waktu sehingga Anda seringkali merasa kesulitan menjadi seseorang yang produktif? Dosen senior dari sekolah bisnis Harvard, Robert Pozen, mengatakan kunci menjadi produktif adalah mengetahui skala prioritas dan tujuan Anda menjadi seorang yang produktif. Untuk itu, yuk ketahui kebiasaan baik orang-orang produktif yang bisa kamu contoh berikut ini.
1. Mengetahui pekerjaan apa saja yang mesti diselesaikan terlebih dahulu
Orang-orang yang produktif mempunyai kebiasaan menulis hal-hal apa saja yang mesti ia lakukan saat bekerja: dari mulai hal yang kecil hingga besar. Lalu membagi hal-hal tersebut menurut skala kepentingannya. Mereka juga memahami pekerjaan apa saja yang harus diabaikan sejenak dan tidak panik saat diperhadapkan dengan tugas-tugas baru.2. Tahu mana yang penting dan mendesak
Pahami, teliti dan catat hal-hal atau pekerjaan apa saja yang penting dan mendesak karena sudah jelas dua hal ini sangat berbeda. Itulah mengapa dikatakan Anda perlu mengatur skala prioritas dan mampu membedakan mana yang penting dan mana yang mendesak untuk segera dikerjakan.3. Think Win-Win
Setiap orang punya kepentingan, tapi bukan berarti Anda bertindak egois dengan mengerjakan prioritas yang menguntungkan Anda dan merugikan orang lain. Salah satu kebiasaan baik orang-orang produktif adalah mereka mempunyai cara berfikir win-win. Memang terasa sulit untuk mempraktekan kebiasaan yang satu ini, tapi selagi Anda mempunyai rasa empati terhadap situasi-kondisi yang dihadapi orang lain, percayalah, segalanya akan terasa mudah.4. They handle things once
Rahasia lain menjadi seorang yang produktif dikatakan Pozen yaitu dengan menggunakan strategi OHIO atau “Only Handle It Once”. Ketika Anda telah memilih pekerjaan mana yang akan Anda tangani maka selesaikan hal tersebut hingga tuntas dan barulah kembali mengerjakan hal lain. Hal ini tentu saja membuat Anda tidak membuang banyak waktu untuk melakukan sisa-sisa pekerjaan yang terbengkalai.5. Jadi sosok yang proaktif
Lakuka segala sesuatu maupun hal-hal yang menjadi prioritas Anda dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan. Hal apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati tanpa paksaan akan membuat hasil pekerjaan Anda baik dan berjalan lancar.SUMBER
Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kecil
Apakah Anda sedang mencoba berwirausaha dengan menjalankan bisnis kecil? Untuk membuat bisnis kecil Anda sukses, tentu saja tidak cukup hanya dengan modal dana atau kemampuan atau keahliah semata. Ada beberapa hal yang wajib Anda lakukan agar bisnis Anda tidak berhenti begitu saja di tengah jalan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan selama menjalankan bisnis Anda.
-
Tingkatkan kreativitas
-
Kenali lawan usaha Anda
-
Pastikan semuanya teratur dan terorganisir
-
Beri pelayanan terbaik
-
Konsistensi sangat dibutuhkan
SUMBER
Senin, 15 Desember 2014
Cara-Cara Menjadi Bahagia yang Telah Terbukti Secara Ilmiah
Semua orang ingin bahagia. Karena itu, sejumlah orang pun berkomitmen
untuk mencari resep kebahagiaan dengan ilmu dan ukuran yang lebih
pasti. Harapannya, mencari kebahagiaan tak lagi harus diusahakan dengan
mengawang-awang.
Kali ini Hipwee sudah merangkum resep-resep kebahagiaan yang sudah terbukti secara ilmiah. Siapa tahu? Bagi kalian yang masih mencari kebahagiaan, “ilmu bahagia” yang sudah dituliskan secara sistematis ini bisa membantumu.
Berdasarkan survei dalam penelitian yang
dilaksanakan University of Toronto, ‘orang pagi’ merasa jauh lebih
bahagia menjalani hidupnya dibandingkan orang yang biasa terjaga sampai
larut malam. Menurut penelitian tersebut, ketidakcocokan antara jadwal
biologis dan jadwal sosial yang dialami ‘orang malam’ menyebabkan
berbagai perasaan malas, terpaksa dan tidak bahagia. Ketidakcocokan yang
disebut ‘ jet lag sosial’ itu menghambat orang malam memenuhi
berbagai kewajiban sosialnya di pagi hari seperti masuk sekolah atau
masuk kerja.
Sayangnya hingga saat ini, hampir semua kegiatan sosial diatur berdasarkan jadwal orang pagi. Maka sampai ada tempat yang memutarbalikkan jam produktif manusia, orang-orang yang tidak bisa bangun pagi akan terus merasa tidak bahagia. Solusi untuk bahagia menurut penelitian ini: jadilah orang pagi!
Dalam buku best-sellernya yang berjudul ‘The First 20
Minutes’, Gretchen Reynolds menjelaskan bagaimana 20 menit pertama dalam
harimu adalah waktu berolah raga paling tepat untuk mendapatkan manfaat
maksimal dari segi kesehatan fisik maupun mental. Disamping kebugaran
tubuh di pagi hari yang akan mempermudah segala aktivitasmu selanjutnya,
olah raga ternyata juga sangat bermanfaat menjaga kesehatan mental
alias mampu membuatmu bahagia.
Penjelasan ilmiahnya? Ketika menggerakkan tubuhmu secara pesat saat memulai olah raga, denyut nadi akan meningkat sehingga terkirim sinyal ke otakmu bahwa kamu sedang dalam keadaan tegang layaknya dikejar-kejar penjahat. Tubuhmu akan bereaksi secara spontan untuk melindungi diri dengan memproduksi ‘Brain-Derived Neurotrophic Factor’ (BDNF) dan ‘endorphins’. Kedua hormon ini berfungsi menangkal perasaan tegang atau stres yang dipicu oleh gerakan olah raga dan membuat kita merasa lega atau puas setelahya. Maka dari itu kedua hormon ini disebut hormon bahagia.
Produksi hormon ini di pagi hari mampu meningkatkan suasana hatimu secara signifikan. Menurut penelitian University of Bristol, mood-mu di pagi hari seringkali menentukan mood-mu sepanjang hari. Bayangkan jika kamu hanya berdiam diri di atas kasur sambil melihat berita atau acara gosip yang menyedihkan. Disamping tidak punya energi, mood-mu juga pasti sulit terangkat.
Walaupun terdengar konyol, metode Petty ini tampaknya berhasil. Paling tidak untuk ratusan siswa yang berpartisipasi dalam penelitiannya. Dia berhasil menyimpulkan bahwa dengan secara fisik membuang atau menyimpan hal-hal yang ada di pikiran, akan secara nyata mempengaruhi perilaku orang. Coba deh metode Petty hari ini! Tulis pikiran negatifmu lalu buang ke tempat sampah dan tulis pikiran positifmu lalu simpan terus di saku atau dompetmu! Siapa tahu harimu akan lebih positif dan bahagia!
Istilah ilmiah dari kemampuan manusia mengarahkan otaknya sendiri disebut ‘neuroplasticity’. Robert Stickgold, seorang psikiater dari Harvard University, menjelaskan bahwa semakin sering kamu mengulang-ngulang satu informasi maka akan semakin sedikit waktu yang diperlukan otak untuk mengolahnya sampai akhirnya jadi kebiasaan. Jika terus berlatih berpikiran secara positif, lama-lama mengenali sisi positif dari setiap hal pasti akan jadi kebiasaanmu.
Layaknya bermain game Tetris dimana kamu harus menentukan posisi balok yang tepat untuk mengisi kekosongan bentuk fondasinya sebelumnya, otak juga akan mengarahkan pikiran dan perasaan kita sesuai tumpukan informasi sebelumnya. Makanya Shawn Anchor dalam bukunya yang berjudul ‘The Happiness Advantage’ menjuluki metode ini sebagai ‘The Positive Tetris Effect’.
Disamping vitamin D yang ternyata punya efek antidepresan, menurut ilmuwan Mirjam Muench ternyata kekurangan sinar matahari juga akan membuat kita gampang mengantuk dan tidak bersemangat. Hal itu disebabkan karena produksi hormon cortisol yang membedakan waktu aktif dan istirahat dalam tubuh, menurun drastis di bawah paparan sinar buatan lampu atau dalam keadaan gelap. Jadi kalau ingin bersemangat, tidak stres, dan bahagia sepanjang hari? Berjalan-jalanlah ke luar ruangan.
Untuk jadi lebih bahagia, tersenyumlah dengan tulus dan jangan pernah ragu untuk tertawa dengan lepas. Bahkan perbedaan antara senyum tulus dan tidak, juga sudah dibedah secara ilmiah. Senyuman sebagai hasil gerakan otot di tepi-tepi mulut yang disebut ‘zygomaticus major’, bukanlah senyuman tulus yang disebut ‘senyum sosial’. Sedangkan senyuman yang tidak hanya melengkungkan bibirmu tapi juga menggerakan otot obicularis occuli di sekitar kantong matamu, barulah senyuman tulus yang disebut ‘senyum duchenne‘. Duchenne adalah nama ilmuwan yang berhasil membedakan dua senyuman ini.
Semakin banyak otot yang berkontraksi dalam sebuah senyuman, akan semakin kuat sinyal bahagia yang terkirim kembali ke otak. Kalau mau lebih detail lagi, kamu bisa mempelajari lebih dalam lagi ilmu senyuman di sini.
Penghargaan lebih untuk waktumu tersebut disebabkan karena pada rentang yang sama, waktumu tidak hanya berguna untukmu tapi juga untuk orang lain. Begitu juga dengan uang atau kekayaanmu yang lain. Ketika pada akhirnya semua waktu dan kekayaanmu akan habis, alangkah baiknya jika kamu bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut sebaik-baiknya dengan melipatgandakan kebahagiaanmu.
Ia menjelaskan bahwa hanya dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mengharapkan kebahagiaanmu, kamu sudah bisa merasa bahagia. Dan sejatinya, semua hal atau benda yang kamu kira bisa membahagiakanmu hanya merupakan jalan untuk memperbanyak orang-orang tersebut dalam kehidupanmu. Maka dari itu indikasi utama dari kebahagiaan seseorang adalahkualitas hubungan manusia seperti jumlah waktu yang dihabiskan dengan keluarga dan teman-teman.
Dalam hitungan tahun, Ipad terbarumu mungkin sudah rusak dan
kehilangan nilainya tapi pengalamanmu menaklukan gunung di bangku SMA
akan jadi semakin berharga semakin banyak kamu menceritakannya ke orang
lain. Dalam jurnal yang berjudul ‘To Do or To Have? That Is The Question’,
psikolog Leaf Van Boven dan Thomas Gilovich, menjelaskan mengapa
pengalaman bisa membuat orang lebih bahagia daripada kepemilikan
materiil.
Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman lebih terbuka untuk dimaknai secara positif dibanding kepemilikan materiil yang bisa hilang atau berkurang nilainya. Pengalaman juga nantinya tidak akan bisa dilepaskan dari identitas seseorang walaupun mereka sudah bukan lagi siswa SMA atau sudah lulus dari kuliah. Dan yang paling penting, pengalaman memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Artinya pengalaman jauh lebih menyenangkan untuk dibagi dan dibicarakan dengan orang lain sehingga nilai pengalaman itu untukmu akan terus bertambah.
Pengalaman bahagia akan membuatmu lebih bahagia, bahkan pengalaman sedih pun dapat jadi bahan tertawaan di kemudian hari.
Hasilnya cukup mencengangkan. Dengan kebiasaan sederhana ini, peserta di grup pertama bisa merasa lebih baik akan kehidupan mereka, optimis terhadap masa depan, dan bahkan secara umum lebih sehat dibandingkan peserta di grup lain. Kesimpulannya adalah kamu tidak boleh berhenti bersyukur jika ingin bahagia. Bahkan ketika harimu sedang sulit, menemukan dan mengingat satu hal yang membuat kamu bahagia akan mampu menggenjot semangatmu untuk jadi lebih baik esok hari.
Orang-orang yang kurang tidur sering kesulitan mengingat hal-hal positif tapi tidak menemukan masalah mengingat mimpi buruk. Bahkan dalam satu percobaan dimana mahasiswa-mahasiswa yang kurang tidur diberi daftar kata untuk diingat esok paginya. Hasilnya, mereka bisa mengingat 81% dari kata-kata negatif seperti kanker tapi hanya bisa mengingat 31% kata positif atau netral seperti bunga.
Makanya supaya bisa lebih baik mengingat pencapaian dan kebahagiaanmu di esok hari, pastikan kamu dapat tidur yang cukup malam ini.
Bagaimana dengan cara-cara ilmiah ini? Layaknya semua percobaan ilmiah, tidak ada yang hasilnya bisa konsisten 100%. Tapi pastinya hasil-hasil penelitian yang butuh waktu tidak sebentar ini layak kamu coba. Selamat berbahagia!
Sumber
Kali ini Hipwee sudah merangkum resep-resep kebahagiaan yang sudah terbukti secara ilmiah. Siapa tahu? Bagi kalian yang masih mencari kebahagiaan, “ilmu bahagia” yang sudah dituliskan secara sistematis ini bisa membantumu.
1. Orang Yang Bangun Sesuai Jadwal Matahari Terbit Akan Lebih Siap dan Bahagia Menjalani Harinya
Bangun pagi dengan senang hati adalah modal utama untuk memulai hari bahagia via cdn-media-2.lifehack.org
Sayangnya hingga saat ini, hampir semua kegiatan sosial diatur berdasarkan jadwal orang pagi. Maka sampai ada tempat yang memutarbalikkan jam produktif manusia, orang-orang yang tidak bisa bangun pagi akan terus merasa tidak bahagia. Solusi untuk bahagia menurut penelitian ini: jadilah orang pagi!
2. Gunakan 20 Menit Pertamamu Untuk Menumpuk Hormon Bahagia Melalui Olahraga
Olah raga memicu produksi ‘endorphins’ dan BDNF yang disebut sebagai hormon bahagia via media1.onsugar.com
Penjelasan ilmiahnya? Ketika menggerakkan tubuhmu secara pesat saat memulai olah raga, denyut nadi akan meningkat sehingga terkirim sinyal ke otakmu bahwa kamu sedang dalam keadaan tegang layaknya dikejar-kejar penjahat. Tubuhmu akan bereaksi secara spontan untuk melindungi diri dengan memproduksi ‘Brain-Derived Neurotrophic Factor’ (BDNF) dan ‘endorphins’. Kedua hormon ini berfungsi menangkal perasaan tegang atau stres yang dipicu oleh gerakan olah raga dan membuat kita merasa lega atau puas setelahya. Maka dari itu kedua hormon ini disebut hormon bahagia.
Produksi hormon ini di pagi hari mampu meningkatkan suasana hatimu secara signifikan. Menurut penelitian University of Bristol, mood-mu di pagi hari seringkali menentukan mood-mu sepanjang hari. Bayangkan jika kamu hanya berdiam diri di atas kasur sambil melihat berita atau acara gosip yang menyedihkan. Disamping tidak punya energi, mood-mu juga pasti sulit terangkat.
3. Buang Semua Pikiran Negatifmu Secara Harafiah. Ya, Benar-Benar Buanglah Pikiran Itu ke Tempat Sampah.
Dalam upayanya merumuskan terapi psikologis yang efektif untuk menghilangkan pikiran negatif, Richard Petty seorang guru besar Psikologi di University of Ohio, menemukan metode yang cukup unik. Dia menemukan bahwa dengan menuliskan pemikiranmu di secarik kertas lalu membuang kertas tersebut ke tempat sampah, sebenarnya pada saat yang bersamaan kamu juga membuang pemikiran itu secara mental.Walaupun terdengar konyol, metode Petty ini tampaknya berhasil. Paling tidak untuk ratusan siswa yang berpartisipasi dalam penelitiannya. Dia berhasil menyimpulkan bahwa dengan secara fisik membuang atau menyimpan hal-hal yang ada di pikiran, akan secara nyata mempengaruhi perilaku orang. Coba deh metode Petty hari ini! Tulis pikiran negatifmu lalu buang ke tempat sampah dan tulis pikiran positifmu lalu simpan terus di saku atau dompetmu! Siapa tahu harimu akan lebih positif dan bahagia!
4. Mencari Kebahagiaan Itu Sebenarnya Hanya Soal Mengubah Pola Pikirmu Jadi Bahagia
Karakter alami manusia yang selalu ingin melindungi diri dari segala kegagalan, kesedihan, dan patah hati, membuat kita jauh lebih mudah mengingat dan terpengaruh oleh hal-hal negatif daripada positif. Maka dari itu, seringkali misi hidup kita adalah mencari kebahagiaan, seakan-akan ia tak pernah ada atau sudah direnggut oleh semua penderitaan hidup. Padahal hanya dengan melawan kecenderungan kita untuk berpikir negatif, otakmu hanya akan diisi pikiran-pikiran bahagia.Istilah ilmiah dari kemampuan manusia mengarahkan otaknya sendiri disebut ‘neuroplasticity’. Robert Stickgold, seorang psikiater dari Harvard University, menjelaskan bahwa semakin sering kamu mengulang-ngulang satu informasi maka akan semakin sedikit waktu yang diperlukan otak untuk mengolahnya sampai akhirnya jadi kebiasaan. Jika terus berlatih berpikiran secara positif, lama-lama mengenali sisi positif dari setiap hal pasti akan jadi kebiasaanmu.
Layaknya bermain game Tetris dimana kamu harus menentukan posisi balok yang tepat untuk mengisi kekosongan bentuk fondasinya sebelumnya, otak juga akan mengarahkan pikiran dan perasaan kita sesuai tumpukan informasi sebelumnya. Makanya Shawn Anchor dalam bukunya yang berjudul ‘The Happiness Advantage’ menjuluki metode ini sebagai ‘The Positive Tetris Effect’.
5. Jika Hari Cerah, Jangan Hanya Berdiam Diri Dalam Ruangan. Langkahkanlah Kaki ke Luar Untuk Menyerap Semua Kebaikan Alam.
Dalam bukunya yang bertajuk ‘The Happiness Advantage’, disamping tentang pikiran positif Anchor juga menjelaskan tentang manfaat berada di luar ruangan dan menikmati cerahnya hari. Tampaknya sederhana bukan? Tapi ironisnya saat ini banyak sekali orang yang seharian terkurung dalam rumah, mobil, atau gedung pencakar langit tempat mereka bekerja. Padahal menurut Anchor walaupun hanya 20 menit saja, paparan sinar matahari dan cuaca yang cerah bisa meningkatkan suasana hati dan semangatmu sepanjang hari.Disamping vitamin D yang ternyata punya efek antidepresan, menurut ilmuwan Mirjam Muench ternyata kekurangan sinar matahari juga akan membuat kita gampang mengantuk dan tidak bersemangat. Hal itu disebabkan karena produksi hormon cortisol yang membedakan waktu aktif dan istirahat dalam tubuh, menurun drastis di bawah paparan sinar buatan lampu atau dalam keadaan gelap. Jadi kalau ingin bersemangat, tidak stres, dan bahagia sepanjang hari? Berjalan-jalanlah ke luar ruangan.
6. Temukan Kembali Senyuman Tulus Yang Mampu Menggerakan Semua Otot ‘Senyum’mu
Menurut neuroscientist Andrew Newberg, senyuman adalah tanda paling nyata dari energi positif dan perasaan bahagia. Ketika mengalami situasi positif seperti bertemu teman lama, otakmu akan mengirim sinyal untuk mengangkat otot-otot di wajahmu. Kontraksi otot-otot itu mengkonfirmasi dan menguatkan kembali perasaan bahagia di otak. Maka dari itu walaupun hanya membalas senyuman orang, seakan-akan kita bisa ikut merasakan kebahagiaannya.Untuk jadi lebih bahagia, tersenyumlah dengan tulus dan jangan pernah ragu untuk tertawa dengan lepas. Bahkan perbedaan antara senyum tulus dan tidak, juga sudah dibedah secara ilmiah. Senyuman sebagai hasil gerakan otot di tepi-tepi mulut yang disebut ‘zygomaticus major’, bukanlah senyuman tulus yang disebut ‘senyum sosial’. Sedangkan senyuman yang tidak hanya melengkungkan bibirmu tapi juga menggerakan otot obicularis occuli di sekitar kantong matamu, barulah senyuman tulus yang disebut ‘senyum duchenne‘. Duchenne adalah nama ilmuwan yang berhasil membedakan dua senyuman ini.
Semakin banyak otot yang berkontraksi dalam sebuah senyuman, akan semakin kuat sinyal bahagia yang terkirim kembali ke otak. Kalau mau lebih detail lagi, kamu bisa mempelajari lebih dalam lagi ilmu senyuman di sini.
7. Waktu dan Uangmu Yang Terbatas Akan Terasa Berlipat-Lipat Ganda Jika Kamu Membaginya Dengan Orang Lain
Cassie Mogilner, seorang profesor di Wharton School University of Pennsylvania yang secara khusus mempelajari kebahagiaan dan pengelolaan waktu, menyimpulkan bahwa memberikan waktumu untuk membantu orang lain justru akan membuatmu merasa memiliki waktu yang berlimpah. Menjadi sukarelawan, mentor, atau hanya sesederhana mendengarkan keluh kesah teman akan meningkatkan persepsimu terhadap waktu dan kebahagiaan.Penghargaan lebih untuk waktumu tersebut disebabkan karena pada rentang yang sama, waktumu tidak hanya berguna untukmu tapi juga untuk orang lain. Begitu juga dengan uang atau kekayaanmu yang lain. Ketika pada akhirnya semua waktu dan kekayaanmu akan habis, alangkah baiknya jika kamu bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut sebaik-baiknya dengan melipatgandakan kebahagiaanmu.
8. Kelilingi Dirimu Dengan Orang yang Menginginkanmu Bahagia
Mengharapkan kebahagiaan untuk satu sama lain dapat menjadi kebahagiaan bersama via kianiyiuphotography.files.wordpress.com
“Count your age by friends not years. Count your life by smiles not fears”John Lennon mungkin adalah seorang genius yang bisa menggambarkan dengan akurat rumus kebahagiaan. Kebahagiaanmu tidak bisa diukur dengan ukuran waktu ataupun uang, tapi dengan banyaknya teman dan hubungan yang kamu miliki sepanjang hidupmu. Daniel Gilbert seorang ahli kebahagiaan dari Harvard University dengan bukunya yang berjudul ‘Stumbling on Happiness’, juga memperkuat pemikiran Lennon tersebut.
– John Lennon
Ia menjelaskan bahwa hanya dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mengharapkan kebahagiaanmu, kamu sudah bisa merasa bahagia. Dan sejatinya, semua hal atau benda yang kamu kira bisa membahagiakanmu hanya merupakan jalan untuk memperbanyak orang-orang tersebut dalam kehidupanmu. Maka dari itu indikasi utama dari kebahagiaan seseorang adalahkualitas hubungan manusia seperti jumlah waktu yang dihabiskan dengan keluarga dan teman-teman.
9. Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Jangka Panjang, Jangan Melulu Beli Gadget Terbaru. Pesanlah Tiket Untuk Bertualang ke Tempat Baru.
Pengalaman layaknya anggur, hanya akan jadi lebih baik seiring berjalannya waktu via blog.sunwing.ca
Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman lebih terbuka untuk dimaknai secara positif dibanding kepemilikan materiil yang bisa hilang atau berkurang nilainya. Pengalaman juga nantinya tidak akan bisa dilepaskan dari identitas seseorang walaupun mereka sudah bukan lagi siswa SMA atau sudah lulus dari kuliah. Dan yang paling penting, pengalaman memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Artinya pengalaman jauh lebih menyenangkan untuk dibagi dan dibicarakan dengan orang lain sehingga nilai pengalaman itu untukmu akan terus bertambah.
Pengalaman bahagia akan membuatmu lebih bahagia, bahkan pengalaman sedih pun dapat jadi bahan tertawaan di kemudian hari.
10. Buatlah ‘Buku Harian Rasa Syukur’ yang Bakal Membuatmu Selalu Ingat dan Menikmati Kebahagiaan Sekecil Apapun Tiap Harinya
Penulis buku ‘Thanks!: How the New Science of Gratitude Can Make You Happier’, Robert Emmons seorang peneliti dari University of California Davis adalah pionir dalam penelitian mengenai ‘gratitude‘ atau rasa terimakasih yang masuk dalam gerakan psikologi positif. Dia membagi peserta penelitiannya menjadi 3 grup untuk menulis diari. Grup pertama hanya menuliskan hal-hal yang mereka syukuri. Grup kedua hanya menulis hal-hal yang mengganggu mereka. Dan grup terakhir menuliskan semua pengalaman mereka hari itu.Hasilnya cukup mencengangkan. Dengan kebiasaan sederhana ini, peserta di grup pertama bisa merasa lebih baik akan kehidupan mereka, optimis terhadap masa depan, dan bahkan secara umum lebih sehat dibandingkan peserta di grup lain. Kesimpulannya adalah kamu tidak boleh berhenti bersyukur jika ingin bahagia. Bahkan ketika harimu sedang sulit, menemukan dan mengingat satu hal yang membuat kamu bahagia akan mampu menggenjot semangatmu untuk jadi lebih baik esok hari.
11. Tidur Yang Cukup Itu Ternyata Penting Untuk Mengingat Betapa Bahagianya Kamu Kemarin
Po Bronson dan Ashley Merryman dalam bukunya ‘Nurture Shock‘ menjelaskan bagaimana kualitas dan jumlah tidur bisa mempengaruhi pemikiran positif dan negatif seseorang. Kekurangan tidur ternyata lebih mengganggu bagian otak disebut ‘Hippocampus‘ yang mengolah memori positif dan netral dibandingkan ‘Amygdala’ yaitu bagian otak yang memproses memori negatif.Orang-orang yang kurang tidur sering kesulitan mengingat hal-hal positif tapi tidak menemukan masalah mengingat mimpi buruk. Bahkan dalam satu percobaan dimana mahasiswa-mahasiswa yang kurang tidur diberi daftar kata untuk diingat esok paginya. Hasilnya, mereka bisa mengingat 81% dari kata-kata negatif seperti kanker tapi hanya bisa mengingat 31% kata positif atau netral seperti bunga.
Makanya supaya bisa lebih baik mengingat pencapaian dan kebahagiaanmu di esok hari, pastikan kamu dapat tidur yang cukup malam ini.
12. Agar Kebahagiaan Tidak Terganggu, Jangan Biarkan Pikiranmu Melayang Kemana-Mana
Sekarang adalah kebahagiaan paling nyata via d16je9foo9pd6y.cloudfront.net
“A mind that likes to wander ’round the corner is an unwise mind.”Jika kutipan dari John Lennon mengingatkan kita untuk memiliki teman supaya bisa bahagia, dalam lagunya yang berjudul ‘Be Here Now’ George Harrison mengingatkan kita bagaimana pentingnya menghargai waktu sekarang. Menurut sebuah studi, 47% lebih orang terbiasa membiarkan pikirannya mengembara kemana-mana sampai melupakan kenikmatan yang ada di depan mata. Ketika kita semua memiliki keterbatasan waktu, berusahalah untuk bisa semaksimal mungkin menikmati kebahagiaan yang ada sekarang. Bukan yang sudah berlalu kemarin atau yang mungkin datang besok.
‘Be Here Now’-George Harrison
Bagaimana dengan cara-cara ilmiah ini? Layaknya semua percobaan ilmiah, tidak ada yang hasilnya bisa konsisten 100%. Tapi pastinya hasil-hasil penelitian yang butuh waktu tidak sebentar ini layak kamu coba. Selamat berbahagia!
Sumber
Langganan:
Postingan (Atom)





