Minggu, 04 Januari 2015

Keluar dari Jurang Kemiskinan


Apakah kesuksesan merupakan takdir, dimana segalanya sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah mereka yang terlahir miskin akan berakhir dalam kemiskinan juga? Tidak. Inilah yang dibuktikan oleh Sherwin, seorang CEO dari sebuah organisasi amal yang berasal dari kaum bawah.

Sherwin merupakan anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ia bersama keluarganya biasa tinggal di sebuah rumah yang dibangun dari kardus-kardus bekas. Tiap tahunnya mereka harus membangun rumah kardus baru karena rumah sebelumnya selalu tersapu banjir atau topan. 

Ia mulai menemukan sebuah harapan baru ketika ia berusia 9 tahun. Pada waktu itu, sebuah organisasi amal dari luar negeri berkunjung ke kawasan kumuh tempat tinggalnya untuk memberi beasiswa bagi anak-anak miskin yang lulus tes. Perasaan senang dan tak percaya ia rasakan ketika namanya disebut sebagai salah satu penerima beasiswa.

Selama menerima beasiswa, harapan Sherwin untuk masa depan yang lebih baik semakin terpupuk. Banyak pengalaman pertama yang ia rasakan, seperti pertama kali mendapat berbagai alat tulis dan keperluan sekolah. Sepatu pertama yang pernah dimilikinya pun berasal dari bantuan beasiswa tersebut.

Saking sayangnya dengan sepatu itu, ia selalu melepaskannya di kala hujan agar sepatunya tidak kotor dan basah. Namun, kemalangan nampak menghampirinya sekali lagi. Di usianya yang ke-19, ayahnya meninggalkan keluarga mereka. Tidak lama kemudian, sang ibu pun melakukan hal yang sama.

Karena kakaknya sudah menikah dan tidak tinggal bersama mereka, Sherwin pun menjadi tulang punggung ke-7 adiknya. Dengan penuh perjuangan, ia berusaha melanjutkan kuliahnya sambil bekerja untuk adik-adiknya. Akhirnya, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya sampai jenjang S2.
Dalam keberhasilannya, ia tidak melupakan orang-orang yang bernasib sama dengannya. Ia pun mencoba mendirikan sebuah organisasi yang fokus membantu orang-orang miskin untuk dapat menikmati pendidikan.

Saat ini organisasi amal yang ia dirikan tahun 2011 lalu sudah berhasil membantu lebih dari 600 anak-anak miskin untuk bersekolah. Selain itu, organisasinya pun selalu bersiap memberikan pertolongan pertama untuk daerah-daerah yang dilanda topan.
Hadiah kesuksesannya ternyata jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Kedua orang tuanya meminta maaf dan mulai berkumpul kembali dengan anak-anaknya.

5 Tips Kembangkan Karier


Apakah Sobat sedang merasakan rasa jenuh dalam perjalanan karier Sobat? Atau merasa kamu seharusnya mendapatkan sesuatu yang lebih baik? Bila hal ini kamu alami, ada baiknya kamu mulai introspeksi diri dan berbenah. Analisa apa saja faktor yang menyebabkan karier kamu jalan di tempat. Setelah itu, kamu bisa mencoba mempraktikan 5 tips sederhana untuk mulai mengembangkan karier.

1. Mulai pasarkan diri kamu

Buatlah daftar apa saja kelebihan dan kekuranganmu. Pastikan kamu mengasah semua kelebihanmu selama kamu bekerja. Dengan cara ini kamu bisa memasarkan keahlian-keahlianmu. Selain itu, pandai-pandailah melihat kesempatan yang memungkinkan kamu menawarkan bantuan yang berhubungan dengan keahlianmu.

2. Tingkatkan kemampuan komunikasi

Keahlian berkomunikasi sangatlah penting tidak peduli apapun pekerjaan kamu. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan membantumu untuk membangun relasi dan jejaring yang mungkin akan kamu butuhkan di masa depan. Nilai lebih akan kamu dapatkan bila kamu juga menguasai beberapa bahasa asing. Jadi tidak ada salahnya mengambil kelas tambahan atau les bahasa dan komunikasi.

3. Jangan ragu untuk memimpin

Pria dan wanita memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Bila kamu diamanatkan untuk memimpin sebuah organisasi atau pekerjaan, kamu tidak perlu takut. Seringkali yang membatasimu untuk mampu memimpin adalah persoalan gender. Sering ditemui para pemimpin wanita yang cenderungan menghindari gaya memimpin pria, dan begitu pun sebaliknya. Nah, kamu harus berhenti berpikir demikian. Tidak ada salahnya menggabungkan sisi maskulin dan feminin untuk mencari gaya yang paling sesuai dengan kepribadianmu. Originalitas merupakan salah satu kunci kesuksesan.

4. Jangan cuma cari aman

Salah satu hal yang dapat membuat kamu stuck dalam karier adalah keinginan untuk selalu menyenangkan semua orang. Padahal, ada waktunya kamu harus berani mengambil resiko dan sikap yang berbeda dari kolega-kolegamu. Tidak mustahil kamu akan sedikit ditandai dan mungkin dipandang sebelah mata. Sikap terlalu menghindari konfrontasi bisa jadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk diperbaiki. Jadi, jangan takut mengambil resiko!

5. Teruslah belajar

Bila kamu merasa puas dengan apa yang kamu kerjakan sekarang, kamu akan sulit berkembang. Carilah hal-hal yang ingin kamu capai. Perbesar kapasitas dirimu dengan berbagai ilmu dan keahlian. Akan lebih baik bila kamu dapat menemukan seorang mentor yang bisa membantumu. Mentor bisa sekaligus menjadi motivator dan pembimbing kamu.

Kebiasaan Baik Orang-Orang Produktif


Tugas kantor, laporan mingguan, email yang menumpuk, apakah sering membuat Sobat Gemintang kewalahan mengatur waktu sehingga Anda seringkali merasa kesulitan menjadi seseorang yang produktif? Dosen senior dari sekolah bisnis Harvard, Robert Pozen, mengatakan kunci menjadi produktif adalah mengetahui skala prioritas dan tujuan Anda menjadi seorang yang produktif. Untuk itu, yuk ketahui kebiasaan baik orang-orang produktif yang bisa kamu contoh berikut ini.

1. Mengetahui pekerjaan apa saja yang mesti diselesaikan terlebih dahulu

Orang-orang yang produktif mempunyai kebiasaan menulis hal-hal apa saja yang mesti ia lakukan saat bekerja: dari mulai hal yang kecil hingga besar. Lalu membagi hal-hal tersebut menurut skala kepentingannya. Mereka juga memahami pekerjaan apa saja yang harus diabaikan sejenak dan tidak panik saat diperhadapkan dengan tugas-tugas baru.

2. Tahu mana yang penting dan mendesak

Pahami, teliti dan catat hal-hal atau pekerjaan apa saja yang penting dan mendesak karena sudah jelas dua hal ini sangat berbeda. Itulah mengapa dikatakan Anda perlu mengatur skala prioritas dan mampu membedakan mana yang penting dan mana yang mendesak untuk segera dikerjakan.

3. Think Win-Win

Setiap orang punya kepentingan, tapi bukan berarti Anda bertindak egois dengan mengerjakan prioritas yang menguntungkan Anda dan merugikan orang lain. Salah satu kebiasaan baik orang-orang produktif adalah mereka mempunyai cara berfikir win-win. Memang terasa sulit untuk mempraktekan kebiasaan yang satu ini, tapi selagi Anda mempunyai rasa empati terhadap situasi-kondisi yang dihadapi orang lain, percayalah, segalanya akan terasa mudah.

4. They handle things once

Rahasia lain menjadi seorang yang produktif dikatakan Pozen yaitu dengan menggunakan strategi OHIO atau “Only Handle It Once”. Ketika Anda telah memilih pekerjaan mana yang akan Anda tangani maka selesaikan hal tersebut hingga tuntas dan barulah kembali mengerjakan hal lain. Hal ini tentu saja membuat Anda tidak membuang banyak waktu untuk melakukan sisa-sisa pekerjaan yang terbengkalai.

5. Jadi sosok yang proaktif

Lakuka segala sesuatu maupun hal-hal yang menjadi prioritas Anda dengan sepenuh hati tanpa ada paksaan. Hal apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati tanpa paksaan akan membuat hasil pekerjaan Anda baik dan berjalan lancar.

SUMBER

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kecil


Apakah Anda sedang mencoba berwirausaha dengan menjalankan bisnis kecil? Untuk membuat bisnis kecil Anda sukses, tentu saja tidak cukup hanya dengan modal dana atau kemampuan atau keahliah semata. Ada beberapa hal yang wajib Anda lakukan agar bisnis Anda tidak berhenti begitu saja di tengah jalan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan selama menjalankan bisnis Anda.
  • Tingkatkan kreativitas

Yang akan membuat bisnis Anda dikenal konsumen adalah keunikan bisnis Anda yang berbeda dari bisnis-bisnis serupa. Bebaskan diri Anda untuk berkreativitas sehingga produk atau jasa yang Anda tawarkan menjadi sesuatu yang berkesan dan menarik perhatian konsumen. Tidak ada salahnya meminta saran atau bantuan dari pebisnis lain yang sudah memulai bisnis serupa. Selain itu, akan sangat berguna bila Anda berani melakukan survei kecil langsung pada target konsumen Anda. Hal ini akan memastikan bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan merupakan jawaban dari kebutuhan konsumen.
  • Kenali lawan usaha Anda

Ada baiknya Anda mengobservasi kelebihan-kelebihan dari bisnis-bisnis serupa yang memang diminati oleh konsumen. Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk dilakukan sehingga membuat bisnis kecil Anda mengalami kesuksesan yang sama. Jangan langsung merasa terintimidasi melihat lawan bisnis Anda, tapi belajarlah dari mereka.
  • Pastikan semuanya teratur dan terorganisir

Manajemen yang baik sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Oleh karena itu, Anda harus memastikan segala sesuatunya diatur dengan baik dan mendetail. Pastikan catatan untuk tiap pemasukan, pengeluaran, dan laba benar-benar lengkap dan mendetail. Akan lebih baik bila selalu dicek dan direkap tiap harinya sehingga tidak terjadi kebocoran dana.
  • Beri pelayanan terbaik

Pelayanan terbaik yang diberikan konsumen merupakan suatu jaminan untuk kepuasan konsumen. Selain itu, pelayanan yang baik akan membuat konsumen tidak kapok untuk mencari Anda bila dibutuhkan, mengingat baiknya pelayanan yang Anda berikan.
  • Konsistensi sangat dibutuhkan

Konsistensi merupakan hal penting yang harus selalu dijaga. Tidak peduli masalah apa yang Anda temui selama Anda menjalankan bisnis Anda, pastikan Anda tetap konsisten dengan kualitas produk atau jasa yang Anda tawarkan. Ini akan menjadi nilai tambah untuk bisnis kecil Anda.

SUMBER

Senin, 15 Desember 2014

Cara-Cara Menjadi Bahagia yang Telah Terbukti Secara Ilmiah

Semua orang ingin bahagia. Karena itu, sejumlah orang pun berkomitmen untuk mencari resep kebahagiaan dengan ilmu dan ukuran yang lebih pasti. Harapannya, mencari kebahagiaan tak lagi harus diusahakan dengan mengawang-awang.
Kali ini Hipwee sudah merangkum resep-resep kebahagiaan yang sudah terbukti secara ilmiah. Siapa tahu? Bagi kalian yang masih mencari kebahagiaan, “ilmu bahagia” yang sudah dituliskan secara sistematis ini bisa membantumu.

1. Orang Yang Bangun Sesuai Jadwal Matahari Terbit Akan Lebih Siap dan Bahagia Menjalani Harinya

morning
Bangun pagi dengan senang hati adalah modal utama untuk memulai hari bahagia via cdn-media-2.lifehack.org

Berdasarkan survei dalam penelitian yang dilaksanakan University of Toronto, ‘orang pagi’ merasa jauh lebih bahagia menjalani hidupnya dibandingkan orang yang biasa terjaga sampai larut malam. Menurut penelitian tersebut, ketidakcocokan antara jadwal biologis dan jadwal sosial yang dialami ‘orang malam’ menyebabkan berbagai perasaan malas, terpaksa dan tidak bahagia. Ketidakcocokan yang disebut ‘ jet lag sosial’ itu menghambat orang malam memenuhi berbagai kewajiban sosialnya di pagi hari seperti masuk sekolah atau masuk kerja.
Sayangnya hingga saat ini, hampir semua kegiatan sosial diatur berdasarkan jadwal orang pagi. Maka sampai ada tempat yang memutarbalikkan jam produktif manusia, orang-orang yang tidak bisa bangun pagi akan terus merasa tidak bahagia. Solusi untuk bahagia menurut penelitian ini: jadilah orang pagi!


2. Gunakan 20 Menit Pertamamu Untuk Menumpuk Hormon Bahagia Melalui Olahraga

df4d8a440ccfb4bc_runner-50.xxxlarge
Olah raga memicu produksi ‘endorphins’ dan BDNF yang disebut sebagai hormon bahagia via media1.onsugar.com

Dalam buku best-sellernya yang berjudul ‘The First 20 Minutes’, Gretchen Reynolds menjelaskan bagaimana 20 menit pertama dalam harimu adalah waktu berolah raga paling tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal dari segi kesehatan fisik maupun mental. Disamping kebugaran tubuh di pagi hari yang akan mempermudah segala aktivitasmu selanjutnya, olah raga ternyata juga sangat bermanfaat menjaga kesehatan mental alias mampu membuatmu bahagia.
Penjelasan ilmiahnya? Ketika menggerakkan tubuhmu secara pesat saat memulai olah raga, denyut nadi akan meningkat sehingga terkirim sinyal ke otakmu bahwa kamu sedang dalam keadaan tegang layaknya dikejar-kejar penjahat. Tubuhmu akan bereaksi secara spontan untuk melindungi diri dengan memproduksi ‘Brain-Derived Neurotrophic Factor’ (BDNF) dan ‘endorphins’. Kedua hormon ini berfungsi menangkal perasaan tegang atau stres yang dipicu oleh gerakan olah raga dan membuat kita merasa lega atau puas setelahya. Maka dari itu kedua hormon ini disebut hormon bahagia.
Produksi hormon ini di pagi hari mampu meningkatkan suasana hatimu secara signifikan. Menurut penelitian University of Bristol, mood-mu di pagi hari seringkali menentukan mood-mu sepanjang hari. Bayangkan jika kamu hanya berdiam diri di atas kasur sambil melihat berita atau acara gosip yang menyedihkan. Disamping tidak punya energi, mood-mu juga pasti sulit terangkat.


3. Buang Semua Pikiran Negatifmu Secara Harafiah. Ya, Benar-Benar Buanglah Pikiran Itu ke Tempat Sampah.

shutterstock_80347894
Coba kumpulkan dalam tulisan dan buang ke tempat sampah via blogs.psychcentral.com

Dalam upayanya merumuskan terapi psikologis yang efektif untuk menghilangkan pikiran negatif, Richard Petty seorang guru besar Psikologi di University of Ohio, menemukan metode yang cukup unik. Dia menemukan bahwa dengan menuliskan pemikiranmu di secarik kertas lalu membuang kertas tersebut ke tempat sampah, sebenarnya pada saat yang bersamaan kamu juga membuang pemikiran itu secara mental.
Walaupun terdengar konyol, metode Petty ini tampaknya berhasil. Paling tidak untuk ratusan siswa yang berpartisipasi dalam penelitiannya. Dia berhasil menyimpulkan bahwa dengan secara fisik membuang atau menyimpan hal-hal yang ada di pikiran, akan secara nyata mempengaruhi perilaku orang. Coba deh metode Petty hari ini! Tulis pikiran negatifmu lalu buang ke tempat sampah dan tulis pikiran positifmu lalu simpan terus di saku atau dompetmu! Siapa tahu harimu akan lebih positif dan bahagia!


4. Mencari Kebahagiaan Itu Sebenarnya Hanya Soal Mengubah Pola Pikirmu Jadi Bahagia

positive-thinking-ftr
Pikiran positif mampu mengarahkan otakmu untuk merasa bahagia via parade.com

Karakter alami manusia yang selalu ingin melindungi diri dari segala kegagalan, kesedihan, dan patah hati, membuat kita jauh lebih mudah mengingat dan terpengaruh oleh hal-hal negatif daripada positif. Maka dari itu, seringkali misi hidup kita adalah mencari kebahagiaan, seakan-akan ia tak pernah ada atau sudah direnggut oleh semua penderitaan hidup. Padahal hanya dengan melawan kecenderungan kita untuk berpikir negatif, otakmu hanya akan diisi pikiran-pikiran bahagia.
Istilah ilmiah dari kemampuan manusia mengarahkan otaknya sendiri disebut ‘neuroplasticity’. Robert Stickgold, seorang psikiater dari Harvard University, menjelaskan bahwa semakin sering kamu mengulang-ngulang satu informasi maka akan semakin sedikit waktu yang diperlukan otak untuk mengolahnya sampai akhirnya jadi kebiasaan. Jika terus berlatih berpikiran secara positif, lama-lama mengenali sisi positif dari setiap hal pasti akan jadi kebiasaanmu.
Layaknya bermain game Tetris dimana kamu harus menentukan posisi balok yang tepat untuk mengisi kekosongan bentuk fondasinya sebelumnya, otak juga akan mengarahkan pikiran dan perasaan kita sesuai tumpukan informasi sebelumnya. Makanya Shawn Anchor dalam bukunya yang berjudul ‘The Happiness Advantage’ menjuluki metode ini sebagai ‘The Positive Tetris Effect’.


5. Jika Hari Cerah, Jangan Hanya Berdiam Diri Dalam Ruangan. Langkahkanlah Kaki ke Luar Untuk Menyerap Semua Kebaikan Alam.

original_bep-newzealand-1206
Tubuh kita tidak akan bahagia jika terkurung terus dalam ruangan via www.firstabroad.com

Dalam bukunya yang bertajuk ‘The Happiness Advantage’, disamping tentang pikiran positif Anchor juga menjelaskan tentang manfaat berada di luar ruangan dan menikmati cerahnya hari. Tampaknya sederhana bukan? Tapi ironisnya saat ini banyak sekali orang yang seharian terkurung dalam rumah, mobil, atau gedung pencakar langit tempat mereka bekerja. Padahal menurut Anchor walaupun hanya 20 menit saja, paparan sinar matahari dan cuaca yang cerah bisa meningkatkan suasana hati dan semangatmu sepanjang hari.
Disamping vitamin D yang ternyata punya efek antidepresan, menurut ilmuwan Mirjam Muench ternyata kekurangan sinar matahari juga akan membuat kita gampang mengantuk dan tidak bersemangat. Hal itu disebabkan karena produksi hormon cortisol yang membedakan waktu aktif dan istirahat dalam tubuh, menurun drastis di bawah paparan sinar buatan lampu atau dalam keadaan gelap. Jadi kalau ingin bersemangat, tidak stres, dan bahagia sepanjang hari? Berjalan-jalanlah ke luar ruangan.


6. Temukan Kembali Senyuman Tulus Yang Mampu Menggerakan Semua Otot ‘Senyum’mu

Young Man Laughing
Perbanyak otot yang mengirimkan informasi bahagia ke otak via taanmaanyoga.com

Menurut neuroscientist Andrew Newberg, senyuman adalah tanda paling nyata dari energi positif dan perasaan bahagia. Ketika mengalami situasi positif seperti bertemu teman lama, otakmu akan mengirim sinyal untuk mengangkat otot-otot di wajahmu. Kontraksi otot-otot itu mengkonfirmasi dan menguatkan kembali perasaan bahagia di otak. Maka dari itu walaupun hanya membalas senyuman orang, seakan-akan kita bisa ikut merasakan kebahagiaannya.
Untuk jadi lebih bahagia, tersenyumlah dengan tulus dan jangan pernah ragu untuk tertawa dengan lepas. Bahkan perbedaan antara senyum tulus dan tidak, juga sudah dibedah secara ilmiah. Senyuman sebagai hasil gerakan otot di tepi-tepi mulut yang disebut ‘zygomaticus major’, bukanlah senyuman tulus yang disebut ‘senyum sosial’. Sedangkan senyuman yang tidak hanya melengkungkan bibirmu tapi juga menggerakan otot obicularis occuli di sekitar kantong matamu, barulah senyuman tulus yang disebut ‘senyum duchenne‘. Duchenne adalah nama ilmuwan yang berhasil membedakan dua senyuman ini.
Semakin banyak otot yang berkontraksi dalam sebuah senyuman, akan semakin kuat sinyal bahagia yang terkirim kembali ke otak. Kalau mau lebih detail lagi, kamu bisa mempelajari lebih dalam lagi ilmu senyuman di sini.


7. Waktu dan Uangmu Yang Terbatas Akan Terasa Berlipat-Lipat Ganda Jika Kamu Membaginya Dengan Orang Lain

Helping_Hand_Christian_Stock_Images
Merasa waktumu lebih berguna daripada dihabiskan sendirian via gallery.mailchimp.com

Cassie Mogilner, seorang profesor di Wharton School University of Pennsylvania yang secara khusus mempelajari kebahagiaan dan pengelolaan waktu, menyimpulkan bahwa memberikan waktumu untuk membantu orang lain justru akan membuatmu merasa memiliki waktu yang berlimpah. Menjadi sukarelawan, mentor, atau hanya sesederhana mendengarkan keluh kesah teman akan meningkatkan persepsimu terhadap waktu dan kebahagiaan.
Penghargaan lebih untuk waktumu tersebut disebabkan karena pada rentang yang sama, waktumu tidak hanya berguna untukmu tapi juga untuk orang lain. Begitu juga dengan uang atau kekayaanmu yang lain. Ketika pada akhirnya semua waktu dan kekayaanmu akan habis, alangkah baiknya jika kamu bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut sebaik-baiknya dengan melipatgandakan kebahagiaanmu.


8. Kelilingi Dirimu Dengan Orang yang Menginginkanmu Bahagia

dsc_0925
Mengharapkan kebahagiaan untuk satu sama lain dapat menjadi kebahagiaan bersama via kianiyiuphotography.files.wordpress.com
“Count your age by friends not years. Count your life by smiles not fears”
– John Lennon
John Lennon mungkin adalah seorang genius yang bisa menggambarkan dengan akurat rumus kebahagiaan. Kebahagiaanmu tidak bisa diukur dengan ukuran waktu ataupun uang, tapi dengan banyaknya teman dan hubungan yang kamu miliki sepanjang hidupmu. Daniel Gilbert seorang ahli kebahagiaan dari Harvard University dengan bukunya yang berjudul ‘Stumbling on Happiness’, juga memperkuat pemikiran Lennon tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hanya dengan dikelilingi oleh orang-orang yang mengharapkan kebahagiaanmu, kamu sudah bisa merasa bahagia. Dan sejatinya, semua hal atau benda yang kamu kira bisa membahagiakanmu hanya merupakan jalan untuk memperbanyak orang-orang tersebut dalam kehidupanmu. Maka dari itu indikasi utama dari kebahagiaan seseorang adalahkualitas hubungan manusia seperti jumlah waktu yang dihabiskan dengan keluarga dan teman-teman.


9. Untuk Mendapatkan Kebahagiaan Jangka Panjang, Jangan Melulu Beli Gadget Terbaru. Pesanlah Tiket Untuk Bertualang ke Tempat Baru.

Solo-Travel-Mistakes-to-Avoid-shutterstock-72820528
Pengalaman layaknya anggur, hanya akan jadi lebih baik seiring berjalannya waktu via blog.sunwing.ca

Dalam hitungan tahun, Ipad terbarumu mungkin sudah rusak dan kehilangan nilainya tapi pengalamanmu menaklukan gunung di bangku SMA akan jadi semakin berharga semakin banyak kamu menceritakannya ke orang lain. Dalam jurnal yang berjudul ‘To Do or To Have? That Is The Question’, psikolog Leaf Van Boven dan Thomas Gilovich, menjelaskan mengapa pengalaman bisa membuat orang lebih bahagia daripada kepemilikan materiil.
Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman lebih terbuka untuk dimaknai secara positif dibanding kepemilikan materiil yang bisa hilang atau berkurang nilainya. Pengalaman juga nantinya tidak akan bisa dilepaskan dari identitas seseorang walaupun mereka sudah bukan lagi siswa SMA atau sudah lulus dari kuliah. Dan yang paling penting, pengalaman memiliki nilai sosial yang jauh lebih besar. Artinya pengalaman jauh lebih menyenangkan untuk dibagi dan dibicarakan dengan orang lain sehingga nilai pengalaman itu untukmu akan terus bertambah.
Pengalaman bahagia akan membuatmu lebih bahagia, bahkan pengalaman sedih pun dapat jadi bahan tertawaan di kemudian hari.


10. Buatlah ‘Buku Harian Rasa Syukur’ yang Bakal Membuatmu Selalu Ingat dan Menikmati Kebahagiaan Sekecil Apapun Tiap Harinya

Girl-writing1
Catatan rasa syukur bisa jadi kamus kebahagiaanmu sendiri via publicrelationssydney.com.au

Penulis buku ‘Thanks!: How the New Science of Gratitude Can Make You Happier’, Robert Emmons seorang peneliti dari University of California Davis adalah pionir dalam penelitian mengenai ‘gratitude‘ atau rasa terimakasih yang masuk dalam gerakan psikologi positif. Dia membagi peserta penelitiannya menjadi 3 grup untuk menulis diari. Grup pertama hanya menuliskan hal-hal yang mereka syukuri. Grup kedua hanya menulis hal-hal yang mengganggu mereka. Dan grup terakhir menuliskan semua pengalaman mereka hari itu.
Hasilnya cukup mencengangkan. Dengan kebiasaan sederhana ini, peserta di grup pertama bisa merasa lebih baik akan kehidupan mereka, optimis terhadap masa depan, dan bahkan secara umum lebih sehat dibandingkan peserta di grup lain. Kesimpulannya adalah kamu tidak boleh berhenti bersyukur jika ingin bahagia. Bahkan ketika harimu sedang sulit, menemukan dan mengingat satu hal yang membuat kamu bahagia akan mampu menggenjot semangatmu untuk jadi lebih baik esok hari.


11. Tidur Yang Cukup Itu Ternyata Penting Untuk Mengingat Betapa Bahagianya Kamu Kemarin

wildfox-lets-sleep-in-eye-mask-in-pink-as-seen-on-ashley-benson
Tidur cantik supaya pikiran dan ingatan juga cantik via www.boutiquetoyou.com

Po Bronson dan Ashley Merryman dalam bukunya ‘Nurture Shock‘ menjelaskan bagaimana kualitas dan jumlah tidur bisa mempengaruhi pemikiran positif dan negatif seseorang. Kekurangan tidur ternyata lebih mengganggu bagian otak disebut ‘Hippocampus‘ yang mengolah memori positif dan netral dibandingkan ‘Amygdala’ yaitu bagian otak yang memproses memori negatif.
Orang-orang yang kurang tidur sering kesulitan mengingat hal-hal positif tapi tidak menemukan masalah mengingat mimpi buruk. Bahkan dalam satu percobaan dimana mahasiswa-mahasiswa yang kurang tidur diberi daftar kata untuk diingat esok paginya. Hasilnya, mereka bisa mengingat 81% dari kata-kata negatif seperti kanker tapi hanya bisa mengingat 31% kata positif atau netral seperti bunga.
Makanya supaya bisa lebih baik mengingat pencapaian dan kebahagiaanmu di esok hari, pastikan kamu dapat tidur yang cukup malam ini.


12. Agar Kebahagiaan Tidak Terganggu, Jangan Biarkan Pikiranmu Melayang Kemana-Mana

increase-your-happiness
Sekarang adalah kebahagiaan paling nyata via d16je9foo9pd6y.cloudfront.net
“A mind that likes to wander ’round the corner is an unwise mind.”
‘Be Here Now’-George Harrison
Jika kutipan dari John Lennon mengingatkan kita untuk memiliki teman supaya bisa bahagia, dalam lagunya yang berjudul ‘Be Here Now’ George Harrison mengingatkan kita bagaimana pentingnya menghargai waktu sekarang. Menurut sebuah studi, 47% lebih orang terbiasa membiarkan pikirannya mengembara kemana-mana sampai melupakan kenikmatan yang ada di depan mata. Ketika kita semua memiliki keterbatasan waktu, berusahalah untuk bisa semaksimal mungkin menikmati kebahagiaan yang ada sekarang. Bukan yang sudah berlalu kemarin atau yang mungkin datang besok.

Bagaimana dengan cara-cara ilmiah ini?  Layaknya semua percobaan ilmiah, tidak ada yang hasilnya bisa konsisten 100%. Tapi pastinya hasil-hasil penelitian yang butuh waktu tidak sebentar ini layak kamu coba. Selamat berbahagia!

Sumber

Jumat, 28 November 2014

Analisis SWOT Koperasi Indonesia


SWOT (Strength,Weakness,Opportunity,Threat) merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam perumusan strategi SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dalam manajemen koperasi, perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk pelaksanaan koperasi pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangkan sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang. Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target.

Untuk melakukan perencanaan strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal ataupun eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target.
Organisasi koperasi secara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,
Adapun cara dalam mengembangkan koperasi dengan menggunakan strategi manajemen SWOT yaitu : Renstra koperasi pertama kali kita rumuskan dengan cara menjawab 3 pertanyaan mendasar:
1.Dimana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2.Kemana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3.Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Setelah kita berhasil mejawab ke 3 pertanyaan di atas kita akan melakukan evaluasi organisasi koperasi dengan menggunakan Analisa SWOT. Secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut:

a.        Melakukan Analisa SWOT untuk koperasi Kita
Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght (Kekuatan), Weakness (Kelemahan koperasi Kita), Oportunity (Peluang Koperasi kita), dan Threat (ancaman pada Koperasi ). Pengurus harus mengklasifikasikan hal-hal diatas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan dalam renstra koperasi. Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi koperasinya, Pengurus harus mampu melakukan forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari forecasting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan analisis SWOT Koperasi. Proses pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan ”weaknesses” serta sumberdaya organisasi. Kemudian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, sosial, ekonomi dan budaya akan memunculkan ”opportunities” dan ”threats”

b.         Menentukan target Koperasi
Setelah analisis SWOT koperasi selesai dilakukan langkah berikutnya adalah menentukan target. Fase ini merupakan salah satu bagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi. Target ini diperoleh dari proses telaah realistis terhadap analisis SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.

c.             Perumusan Strategi Koperasi
Pada tahap ini merupakan upaya penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi sekaligus cara untuk pencapaian target koperasi. Hasil Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) Koperasi yang juga harus disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan dibahas dan disahkan dalam RAT Koperasi







Kekuatan (Strength)
Kekuatan (strength) yaitu kekuatan apa saja yang dimiliki koperasi. Dengan mengetahui kekuatan, koperasi dapat dikembangkan menjadi lebih tangguh hingga mampu bertahan dalam perekonomian di Indonesia dan mampu bersaing untuk pengembangan selanjutnya. Peterson (2005), mengatakan bahwa koperasi harus memiliki keunggulan-keunggulan kompetitif dibandingkan organisasi-organisasi bisnis lainnya untuk bisa menang dalam persaingan di dalam era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini. Keunggulan kompetitif disini didefinisikan sebagai suatu kekuatan organisasional yang secara jelas menempatkan suatu perusahaan di posisi terdepan dibandingkan pesaing-pesaingnya.

Kelemahan (Weakness),
Kelemahan (Weakness) yaitu segala faktor yang tidak menguntungkan atau merugikan bagi koperasi. Menurutnya, salah satu yang harus dilakukan koperasi untuk bisa memang dalam persaingan adalah menciptakan efisiensi biaya. Tetapi ini juga bisa ditiru / dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain (non-koperasi). Jadi, ini bukan suatu keunggulan kompetitif yang sebenarnya dari koperasi. Menurutnya satu-satunya keunggulan kompetitif sebenarnya dari koperasi adalah hubungannya dengan anggota.
Misalnya,di koperasi produksi komoditas-komoditas pertanian, lewat anggotanya koperasi tersebut bisa melacak bahan baku yang lebih murah, sedangkan perusahaan non-koperasi harus mengeluarkan uang untuk mencari bahan baku murah.

Kesempatan (Opportunties)
Kesempatan (Opportunities) yaitu semua kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala yang lebih besar. 
 
Ancaman (Threats)
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan,  meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
 
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi. Bentuk-bentuk organisasi dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan diatur oleh pihak luar. 

Jadi koperasi telah gagal untuk berkembang menjadi unit-unit yang mandiri dan sepenuhnya berdasarkan anggota. Masih dalam kaitan ini, Linstad (1990) mengatakan bahwa di banyak negara berkembang sering kali pemerintah melihat dan menggunakan koperasi sebagai suatu alat untuk menjalankan agenda-agenda pembangunannya sendiri. 

Koperasi sering diharapkan bahkan di paksa berfungsi sebagai kesejahteraan sosial dan sekaligus sebagai organisasi ekonomi, yang dengan sendirinya memberi beban sangat berat kepada struktur manajemen koperasi yang pada umumnya lemah. 

Menurut Braverman, dkk. (1991), sedikit sekali perhatian diberikan kepada kondisi-kondisi ekonomi dimana koperasi-koperasi diharapkan melakukan berbagai aktivitas. Promosi koperasi yang tidak diskriminatif, yakni tanpa memberi perhatian pada hal-hal seperti dinamik-dinamik internal, insentif, struktur kontrol, dan pendidikan dari anggota, sering kali telah membuat koperasi-koperasi menjadi organisasi-organisasi birokrasi yang sangat tergantung pada dukungan pemerintah dan politik. Oleh karena itu, Gentil (1990) menegaskan bahwa agar koperasi maju maka hubungan antara pemerintah dan koperasi yang didefinisikan ulang. 



Hambatan-hambatan  Koperasi di Indonesia      
Permasalahan yang di hadapi Koperasi:
1.Selain itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang semakin berkembang di sejumlah kota Indonesia maupun koperasi simpan pinjam, yang operasinya lebih pada kredit mikro .
2.Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejah teraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi ‘dari bawah’
3.Kurangnya kejelasan akan kesadaran dan kejelasan dalam keangggotaan Koperasi
4.Kurangnya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi
5.Para angota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi,dan kemampuan menejerial.

Solusinya adalah:
1. Faktor kuncinya adalah kesadaran kolektif dan kemandirian. Dengan demikian masyarakat tersebut harus pula memahami kemampuan yang ada pada diri mereka sendiri sebagai ‘Modal’ awal untuk mengembangkan diri. Faktor eksternal dapat diperlakukan sebagai penunjang atau komplemen bagi kemampuan sendiri tersebut.
2. Hal ini secara khusus mengacu pada pemahaman anggota dan masyarakat akan perbedaan hak dan kewajiban serta manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi anggota atau tidak menjadi anggota. Jika terdapat kejelasan atas keanggotaan koperasi dan manfaat yang akan diterima anggta yang tidak dapat diterima oleh non-anggota maka akan terdapat insentif untuk menjadi anggota koperasi. Pada gilirannya hal ini kemudian akan menumbuhkan kesadaran kolektif dan loyalitas anggota kepada organisasinya yang kemudian akan menjadi basis kekuatan koperasi itu sendiri.
3. Penyediaan insentif dan fasilitasi dalam rangka pengembangan jaringan kerjasama usaha antarkoperasi;
4. Pemberian dukungan dan kemudahan untuk pengembangan infrastruktur pendukung pengembangan koperasi di bidang pendidikan dan pelatihan.




SUMBER